Trip pulau komodo ini dibagi menjadi 2 jenis yaitu, Live On Board dan Overland.

Live On Board : perjalanan menggunakan kapal selama 3 hari untuk mengelilingi Kep. Komodo

Overland : perjalanan menggunakan mobil. Saat overland setiap malamnya kita akan menginap di tempat yang berbeda, jadi barang bawaan akan selalu dibawa, kecuali saat menuju Waerebo karena barang-barang yang tidak dibutuhkan bisa ditinggal di mobil Tersedia Listrik di Kapal saat Live on Board Saat overland, jarak tempuh antar destinasi terbilang jauh, jadi siapkan fisik dan stamina yang baik. Kebanyakan yang disinggahi adalah daerah berhawa sejuk, jadi bawalah jacket. Suhu di Waerebo berkisar 18 Derajat. Di Waerebo sudah ada listrik dan kamar mandi umum.

How to get there ?

Menggunakan pesawat Daerah asal menuju ke Labuanbajo, trip akan dimulai pagi hari pukul 09.00 jadi carilah penerbangan pagi, biasanya pesawat akan transit terlebih dahulu di Bali jadi rute penerbangan bisa langsung atau daerah asal – Bali – Labuanbajo. Atau bisa datang di H-1 untuk penjemputan dan hotel bisa dipesankan, kalau berminat di hotel non AC bisa free beaya.
Trip akan berakhir di Maumuere, jadi tidak berakhir di Labuanbajo, jadi carilah penerbangan dari Mamumere di siang pada hari terakhir.

What you Bring

Tas besar 1, dan tas daypack 1, Sunblock, Kamera, Baju hangat, baju renang, baju ganti seperlunya, senter, jacket anti air atau jas hujan. Obat-obatan pribadi, buku untuk donasi.

Focus Destination

Berikut beberapa daerah yang akan dikunjungi, daearah dipilih berdasarkan waktu dan spot-spot terbaik di Flores.

  – Labuanbajo  – Pulau Kanawa  – Manta Point
  – Gililawa  – Pulau Komodo  – Pink Beach
  – Pulau Padar  – Pulau Rinca  – Kampung Rinca
  – Pulau Kelor  – Desa Adat Waerebo  – Bajawa
  – Kampung Adat Bena  – Blue Stone Beach  – Ende
  – Moni  – Kelimutu  – Maumere

Itinerary

Penjemputan di Bandara Labuanbajo, menggunakan pesawat pagi sehingga tiba di Labuanbajo sebelum jam 09.00. Setelah itu menuju ke Pelabuhan Labuanbajo untuk memulai Live On Board. Lokasi pertama yang dikunjungi ada Pulau Kanawa, kita bisa snorkeling dan jalan-jalan di sekitar pulau ini. Setelah itu perjalanan menuju ke Manta Point, disini kalau kita beruntung bisa melihat sekumpulan ikan Pari Manta yang sedang berenang, tidak perlu diving, cukup dengan snorkeling kita bisa melihat Ikan Pari Manta berenang diantara kedalam 10 meter, bahkan kadang Ikan ini berenang dipermukaan laut. Setelah itu kita akan menuju ke Gililawa, Gililawa semacam Flores Mandatory. Setiap melakukan perjalanan Live on Board Gililawa adalah tempat wajib untuk dikunjungi. Untuk mendapatkan pemandangan terbaik kita harus trekking kurang lebih 30 menit menuju puncaknya. Kita akan melihat sunset dari atas bukit Gililawa. Kapal sandar di Gililawa dan kita menginap di sini.

Paginya sekitar pukul 06.00 kita akan menuju Pulau Komodo tepatnya Loh Liang, Taman Nasional Komodo. Aktivitas disana kita akan trekking untuk melihat Komodo, kadal terbesar didunia. Setelah melakukan medium trekking kita akan menuju ke Pink Beach. Pink Beach mempunyai pasir merah muda akibat terumbu karang disekitar pantainya. Aktivitas disini kita bisa snorkeling, terdapat berbagai macam ikan dan soft coral disini. Setelah itu kita akan menuju ke Pulau Padar, Pulau Padar memiliki arus yang lebih kencang dari daerah Kep. Komodo yang lain. Setelah sampai di Padar, pemandangan indah sudah mulai terlihat, perlu trekking sekitar 15 menit untuk melihat pantai dengan garis pantai yang panjang dan memiliki pantai yang pink, lebih pink dari pada pink beach. Setelah itu kita akan trekking selama kurang lebih 30 menit untuk menuju Puncak bukit Pulau Padar, dari puncaknya kita akan melihat pemandangan yang sangat luar biasa, Landscape disini serasa masuk ke film The Lost Word, Jurrasic Park. Sunset disini pun tidak kalah indah dari Gililawa, kita akan bermalam di Pulau Padar karena selain sunset, sunrise disini pun juga tidak kalah menarik.

Sebelum jam 07.00 kita harus sudah meninggalkan Pulau Padar karena setelah jam 09.00 arus akan menjadi lebih besar. Perjalanan dilanjutkan menuju ke Pulau Rinca (Loh Buaya). Disini kita akan melihat kembali Komodo dan trekking menuju ke sarang binatang Komodo, pemandangan disini akah lebih indah dari Pulau Komodo. Setelah itu kita akan menuju ke Kampung Rinca untuk mengunjungi Taman Bacaan Pelangi, Taman Bacaan ini didirikan untuk menunjang kebutuhan pendidikan di daerah tersebut, disarankan membawa dan buku-buku bacaan untuk disumbangkan ke Taman Bacaan Pelangi. Daya tarik wisata disini adalah anak-anak desa yang akan sangat antusias menyambut kita, selain menyumbang buku adalah bentuk kepedulian kita terhadap pendidikan. Setelah itu kita akan menuju ke destinasi terakhir program Live On Board, Pulau Kelor. Pulau Kelor mempunya pantai yang jernih dan garis pantai yang kecil, tapi justru disitulah letak indahnya, dari atas bukit kita bisa melihat seluruh garis pantai Pulau Kelor dan pantainya yang jernih. Setelah itu kita akan kembali ke Labuanbajo.
Sesampainya di Labuanbajo kita akan menuju Puncak Waringin, dari sini kita bisa melihat Sunset yang sangat indah dengan Landscape pelabuhan, bukit, laut dan kapal-kapalnya. Sunset di Labuanbajo termasuk 10 sunset terindah di Indonesia. Setelah itu kita akan makan malam di kampung ujung dengan berbagai menu seafood. Setelah kenyang kita akan check in hotel untuk beristirahat.

Pagi harinya sekitar jam 05.00 pagi kita akan menuju ke Denge menggunakan mobil. Perjalanan ke Denge membutuhkan waktu sekitar 4 jam, tipe jalan di Flores berliku-liku jadi siapkan fisik dan stamina yang bagus. Dalam perjalan menuju Denge pandangan kita mengenai Flores yang kering akan hilang, karena kita akan melihat hamparan sawah hijau disekitar jalanan. Setelah sampai di Denge, kita makan siang terlebih dahulu kemudian perjalanan dilanjutkan Trekking menuju Desa Waerebo. Trekking menuju Waerebo membutuhkan waktu sekitar 4 jam, melewati hutan dan beberapa sungai kecil. Rasa letih dan capai saat berjalan seketika akan hilang ketika kita tiba di Desa Waerebo, Desa di antara bukit yang mendapatkan penghargaan dari UNESCO karena menjaga kelestarian hutan dan arsitek kuno. Setibanya di Desa Waerebo kita tidak diperbolehkan mengambil foto terlebih dahulu, kita harus menuju ke Rumah Adata Utama untuk ijin menginap di Desa Waerebo sekaligus disambut oleh tetua adat disana. Setelah itu kita bebas mengambil foto, bercengkrama dengan warga sekitar, anak-anak disana. Disarankan disini kita membawa buku bacaan untuk disumbangkan untuk anak-anak desa, tak lupa kita memberikan permen dan makanan kecil untuk kita berikan ke anak-anak desa. Kita menginap di salah satu rumah adat di Desa Waerebo, listrik disini akan menyala setelah gelap, dan kamar mandi disini sudah termasuk kategory kamar mandi layak pakai. Untuk yang hoby photography, Waerebo adalah tempat yang cocok untuk pengambilan gambar pada malam hari dengan objek Milky Way. Selain itu Waerebo adalah penghasil kopi dan kain tenun, akan sangat cocok dijadikan cindramata.

Pagi hari di Waerebo kita lanjutkan dengan bercengkrama dengan warga sekitar, namun sebelum jam 10.00 kita harus sudah kembali ke Desa Denge. Setelah sampai di Desa Denge kita makan siang terlebih dahulu dan melanjutkan perjalanan menuju ke Bajawa. Jika beruntung kita akan menemui sekelombok anak SD atau SMP yang baru pulang sekolah, mereka akan sangat ramah menyapa kita, tentu ini adalah moment yang bagus untuk pengambilan gambar. Setibanya di Bajawa sekitar pukul 20.00 kita akan makan malam terlebih dahulu kemudian akan istirahat di Hotel.

Pagi harinya setelah sarapan kita akan menuju Desa Adat Bena, Desa ini terkenal sebagai salah satu penghasil kain tenun, kita bisa membeli berbagai kain tenun disini. Setelah itu kita akan menuju ke Ende, sebelum sampai di Ende kita akan singgah di Blue Stone Beach, pantai disini memiliki keunikan warna batu-batu yang berwarna biru muda, kita bisa mengambil beberapa untuk cindra mata. Sesampainya di Ende kita akan makan siang terlebih dahulu setelah itu kita akan menuju ke Moni, sebelum sampai Moni kita akan melewati jalanan yang diapit jurang, jurang-jurang disini malah memberikan pemandangan yang lain dari pada yang lain. Sesampainya di Moni, Moni adalah daerah Hotel sebelum kita menuju ke Kelimutu, kita akan bermalam disini.

Pagi-pagi sekali sekitar jam 04.00 kita akan menuju ke Kelimutu, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 30 menit, dilanjutkan trekking selama 15 menit. Sesampainya di Puncak Kelimutu kita akan melihat danau 3 warna yang sangat unik sekaligus indah berlatarkan matahari terbit. Danau Kelimutu memiliki 3 danau dengan 3 warna yang berbeda, perbedaan ini diakibatkan kandungan mineral dan aktifitas vulkanik gunung berapi. Setelah puas menikmati pemandangan Danau Kelimutu kita akan kembali ke Moni untuk sarapan, mandi pagi sekaligus check dari hotel. Perjalanan dilanjutkan menuju ke Mamumere untuk terbang ke kota masing-masing. Jika masih ada waktu akan keliling kota Maumere terlebih dahulu.

Keterangan: (B) Breakfast, (L) Lunch, (D) Dinner
* Itinerary dapat berubah sewaktu-waktu karena faktor alam dan non teknik lainnya

Include

1. Kapal AC, fasilitas kapal

  – Makan  – Air Mineral  – Cooffe and tea all the time
  – Alat Snorkel  – Vest  – Air tawar untuk mandi
  – Cabin / Kamar AC (1 Kamar 2-4 orang)  – Cano  – Listrik untuk lampu dan charging

2. Mobil AC (Driver, BBM) untuk antar jemput dan Overland, menggunakan Avanza / APV.
3. Makan selama trip sesuai jadwal.
4. Hotel selama trip 2-3 orang di Labuanbajo (AC), Bajawa (Air Panas), Moni (Air Panas).
5. Semua biaya masuk, dan bayar kamera (1 orang 1 kamera, kelebihan kamera biaya ditanggung sendiri)

Exclude

  1. Akomodasi / Tiket pesawat menuju meeting point / starting point.
  2. Tip untuk driver, kapten kapal, Ranger Taman Nasional, Guide.
  3. Keperluan Pribadi.

Harga IDR 5.550.000,- / Pax

Minimal 5 orang, private trip hubungi kami.